Tapi kini ada cara lebih cepat yang dipelopori oleh Harki Taufiqurrahman, mahasiswa Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (IPB). Dia menciptakan alat yang bisa mendeteksi status hidrasi kita secara langsung dan cepat secara urine dikeluarkan.
Harki di bawah bimbingan Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, MS dosen Departemen Gizi Masyarakat dan Heriyanto Syafutra S.Si,M.Si dosen Fisika IPB, telah menciptakan alat bernama Urites. Alat ini bisa langsung mendeteksi status hidrasi seseorang setelah urine dikeluarkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Hanya memerlukan waktu 3-5 detik setelah urine masuk ke dalam urinoir, status hidrasi dapat diketahui melalui display screen yang terdapat pada urinoir tersebut,” ujar Harki.
Harki dan tim mempresentasikan karya inovasinya di depan delegasi dari 24 negara. Inovasi ini mendapat penghargaan berupa gold medal dari KIWIE, 3 special award yaitu special award dari Thailand (gold medal), special award dari Libanon (gold medal) dan special award dari Islamic Republic of Iran Ministry of Energy sebagai Best invention.
Saat ini, Urites sedang dalam pengajuan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) untuk mendapatkan paten. “Melalui inovasi alat ini, harapannya semakin banyak orang yang peduli dengan status hidrasi diri sendiri sehingga bisa terhindar dari berbagai macam penyakit akibat dehidrasi,” kata Harki.