Materi TWKM tersebut terdiri dari: kenal medan pendakian gunung mengambil lokasi di Gunung Gede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kenal medan pemanjatan tebing di Tebing Kelapa Nunggal, Jeger, Kabupaten Bogor, kenal medan pengarungan sungai di Sungai Cianten, Kabupaten Bogor, kenal medan penelusuran gua di Gua Garunggang dan Cioray, Kabupaten Bogor, serta kenal medan pelestarian lingkungan hidup di Pulau Pari, Kepulauan Seribu.
Ketua Panitia TWKM ke-29 dari Marhaen Pecinta Alam (Marpala) Universitas Bung Karno, Melanesia Vanin Bebye Kbarek, kepada Antara di Jakarta, Sabtu (7/10), menyatakan, Marpala UBK kali ini menjadi tuan rumah dalam ajang rutin TWKM sejak 1987.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan berbagai masalah dibahas dalam TWKM setiap tahunnya mulai dari kurikulum pendidikan lingkungan hidup, advokasi lingkungan dan permasalahan kerusakan lingkungan yang terjadi di Indonesia. “Serta dinamika kehidupan mapala di seluruh Indonesia,” katanya.
Disebutkan, TWKM adalah salah satu wujud dari keinginan mahasiswa pecinta alam untuk dapat menjembatani arus informasi antar organisasi mapala. “Kegiatan ini kemudian dijadikan agenda pertemuan mapaala seluruh Indonesia,” ujar dia lagi.
Kegiatan TWKM berawal dari kegiatan kemah bakti mapala se-Jawa-Bali pada 1987 yang diselenggarakan oleh Mapala Universitas Jenderal Soedirman sebagai ajang silaturahmi mahasiswa pecinta alam.