Sekitar 7000 tahun yang lalu, daerah berlumpur Kelela, Lembah Baliem, terbentuk endapan organik, yang merupakan nutrisi yang sangat penting bagi tumbuh-tumbuhan. Hal ini dimanfaatkan oleh manusia pada waktu itu untuk bertani buah merah (pandanus).
Suku Dani merupakan penduduk asli lembah ini. Legenda mereka menyebutkan bahwa leluhur Suku Dani asal usulnya dari gua-gua di wilayah Baliem.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lereng curam, kering, tandus, diolah menjadi petak-petak bertingkat, mengikuti bentuk lahan, yang kanan kirinya di antara petak-petak itu adalah saluran air pembuangan air hujan, agar lapisan tanah yang tipis tidak tersapu air hujan. Selain itu juga petak-petak model ini, mampu menjaga tanah dari longsor selama terjadi hujan dari waktu ke waktu. Mereka menanam ubi jalar atau singkong pada petak-petak ini.
Dengan teknik tradisional, Suku Dani mampu membuat kebun mereka sama produktif tidak kalah dengan petani-petani modern. (ded/ded)