Pala Fakfak pada jaman kolonial Belanda lebih dikenal dengan pala panjang. Penduduk Fakfak sendiri menyebutnya pala negeri.
Pala ini tumbuh di hutan-hutan dan diwariskan turun temurun dari nenek moyang.
Oleh penduduk Fakfak pohon pala tidak boleh ditebang, dibiarkan roboh sendiri. Pala terdiri dari jenis jantan dan betina, penduduk Fakfak menganggap dengan menebang pohon pala itu sama saja dengan menebang (membunuh) manusia, pala mereka anggap sebagai sumber kehidupan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ciri khas pala ini adalah bagian bawah daunnya berwarna putih keperakan.
Buahnya lonjong, berwarna hijau kekuningan dan akan terbelah menjadi dua jika sudah masak. Daging buah pala tebal dan rasanya asam.
Saat ini Fakfak dikenal sebagi kota pala. Pada International Workshop Spices Fakfak tahun 2015, pala Fakfak (Myristica argentea Warb) ditetapkan sebagai pala endemik Fakfak. (ded/ded)