Ketiga misionaris ini membuat lapangan terbang dengan dibantu suku Lani. Pembuatan lapangan terbang ini hanya menggunakan peralatan sekop. Bagi anggota suku Lani yang turut bekerja dalam membuat lapangan terbang, mereka diberi upah garam dan mata uang kerang.
Lapangan terbang selesai dikerjakan dalam waktu tiga pekan dan diuji coba pendaratan pertama kali oleh pilot Dave Steiger dengan pesawat Cessna 180.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keberadaan asrama sekolah telah membuka peradaban baru, tempat belajar generasi muda suku Lani membaca dan menulis. Suku Lani yang bermukim terpencar, kemudian membangun rumah tradisional honai mereka di sekitar lapangan terbang.
Gereja, rumah misionaris, asrama sekolah dan lapangan terbang merupakan situs arkeologi yang perlu dilestarikan. Situs-situs ini dapat dikembangkan sebagai obyek wisata rohani. (ded/ded)