Melihat banyaknya kasus perundungan di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, membuat saya berpikir bahwa perundungan masih banyak terjadi di lingkungan sekolah di mana biasanya senior menindas adik kelasnya sebagai bentuk "Selamat datang di sekolah baru" atau bagi mereka yang memiliki status sosial yang tinggi.
Seringkali, kasus perundungan yang pernah terjadi beberapa tahun belakangan di Indonesia dianggap sebagai hal sepele. Padahal, dampaknya dapat merusak mental si korban itu sendiri di masa depan. Dapat menurunkan rasa kepercayaan diri seseorang sehingga banyak dari korban perundungan yang lebih suka menyendiri, murung dan pendiam, cenderung takut bertemu dengan orang baru atau berkenalan dengan orang lain di lingkungan baru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Macam–macam perundungan seperti yang kita ketahui, terbagi menjadi 4, yaitu: penindasan secara verbal, penindasan secara fisik, penindasan secara relasional dan cyber-bullying atau lebih di kenal penindasan melalui Internet.
Saya hanya ingin menghimbau kalian para pembaca untuk berani melawan mereka yang menindas kamu sekalipun kamu tidak memiliki banyak teman seperti saya. Kamu harus percaya diri, dan buktikan kalau kamu tidak seperti yang mereka katakan. Jangan menyerah. (ded/ded)