Sampah plastik berukuran kecil inilah yang disebut microplastic dan ini adalah sampah yang berbahaya. "Bahkan ada yang ukurannya di bawah 1 mm sampai yang berukuran nano, seperti sel darah, sampah ini diduga bisa mengubah perilaku ikan saat dimakan ikan," tutur Muhammad Reza Cordova, peneliti di Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, di Jakarta kemarin.
Reza menyebutkan, bahkan salah satu sumber microplastic yang berbahaya adalah butir-butir scrub bila mengandung polyethylene dan unsur plastik lainnya. Scrub itu terdapat dalam sabun pembersih muka yang biasa kita gunakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bayangkan jika plankton yang mengandung plastik dimakan ikan, kemudian manusia memakan ikan itu, maka sama saja manusia memakan sampah plastiknya sendiri. Apalagi, jika plastik mengandung pencemar lain yang berbahaya macam logam berat, DDT, PCB, dan sebagainya.
"Tapi apa kita mau membiarkannya begitu saja?" kata Reza, bertanya.
Untuk itu Reza dan tim dari Puslit Oseanografi LIPI akan melakukan kajian jangka pendek mengenai sampah laut, untuk meninjau jumlah, kategori, dan sumber sampah tersebut. Pada kajian jangka panjang, adalah penelitian mengenai microplastic untuk mengetahui pengaruh microplastic pada biota laut, ekosistem laut, hingga kesehatan manusia. (ded/ded)