Apa Itu Passphrase Coretax? Ini Fungsi dan Yang Perlu Diperhatikan
Sistem Coretax resmi diimplementasikan untuk pelaporan SPT pajak menggantikan platform DJP Online.
Pertanyaan apa itu passphrase Coretax mulai banyak dicari wajib pajak seiring penerapan Coretax tahun ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Passphrase Coretax pada dasarnya merupakan frasa sandi rahasia yang dipakai sebagai kunci otorisasi tambahan saat melakukan tindakan tertentu di sistem pajak.
Fungsinya berbeda dengan password login karena passphrase digunakan untuk mengesahkan transaksi penting, seperti tanda tangan digital pada dokumen perpajakan.
Dalam sistem yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Pajak, passphrase menjadi bagian penting dari pengamanan sertifikat elektronik. Dengan adanya lapisan keamanan ini, data wajib pajak dapat terlindungi saat mengirimkan laporan maupun dokumen resmi secara online.
Secara sederhana, passphrase Coretax berperan sebagai "kunci kedua" yang hanya diketahui oleh pemilik akun. Tanpa passphrase yang benar, proses pengesahan dokumen atau transaksi pajak tidak dapat dilakukan.
Hal ini menjadi penting karena berbagai aktivitas perpajakan kini dilakukan secara digital, termasuk pelaporan SPT hingga pembuatan faktur pajak.
Fungsi utama passphrase Coretax
Agar lebih mudah dipahami, berikut beberapa fungsi penting passphrase dalam sistem Coretax:
- Mengamankan tanda tangan elektronik
- Passphrase digunakan sebagai kunci untuk melindungi private key pada sertifikat elektronik sehingga dokumen pajak yang ditandatangani secara digital tetap aman.
Berbeda dari password login, passphrase hanya digunakan saat melakukan pengesahan transaksi atau pengiriman dokumen penting.
Dengan passphrase, sistem dapat memastikan bahwa transaksi dilakukan oleh pemilik akun yang sah.
Selain itu, passphrase berfungsi untuk melindungi dokumen perpajakan digital. Misalnya saat melaporkan SPT, mengirim faktur, atau aktivitas administrasi pajak lainnya di Coretax.
Selain fungsi, passphrase juga memiliki ciri khusus. Biasanya berbentuk frasa atau rangkaian karakter dengan panjang minimal delapan karakter. Wajib pajak disarankan menggunakan kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, serta simbol agar lebih aman.
Hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan passphrase
Dalam praktiknya, ada beberapa hal penting yang perlu diketahui pengguna sistem Coretax:
- Jangan menyamakan passphrase dengan password login.
- Simpan passphrase di tempat aman dan jangan dibagikan kepada orang lain.
- Kesalahan memasukkan passphrase bisa menyebabkan sistem menolak transaksi.
- Jika salah input, biasanya muncul pesan seperti REG-KODJP-00024 atau Incorrect Signer Passphrase.
Kesalahan tersebut sering terjadi ketika pengguna lupa frasa sandi atau memasukkan kombinasi karakter yang tidak sesuai. Karena itu, penting bagi wajib pajak untuk mencatat passphrase dengan aman sejak awal pembuatan.
Cara membuat dan memulihkan passphrase Coretax
Passphrase biasanya dibuat ketika wajib pajak melakukan aktivasi sertifikat elektronik di sistem Coretax. Pada tahap ini, pengguna diminta menentukan frasa sandi yang nantinya dipakai untuk otorisasi transaksi.
Namun jika passphrase lupa, wajib pajak tidak bisa langsung mengaksesnya kembali. Proses pemulihan harus dilakukan melalui portal resmi DJP dengan prosedur tertentu, termasuk verifikasi data pengguna.
Dengan memahami mekanisme tersebut, wajib pajak bisa menghindari kendala saat menggunakan layanan pajak digital.
Itulah penjelasan lengkap mengenai apa itu passphrase Coretax, fungsi utamanya, serta cara mengelolanya agar tetap aman saat digunakan dalam berbagai transaksi perpajakan.
(asp/fef)[Gambas:Video CNN]


