"Kami memperkirakan investasi tahun depan mencapai Rp 55 triliun, meningkat dibandingkan proyeksi tahun ini Rp 45 triliun," ujar Adhi Lukman, Ketua Gabungan Pengusaha Industri Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), kepada CNN Indonesia, Kamis (30/10).
Adhi melihat porsi penanaman modal asing (PMA) akan mendominasi investasi di industri makanan dan minuman pada tahun depan.Komposisinya diperkirakan 60 persen PMA dan 40 persen berasal dari perusahaan dalam negeri (penanaman modal dalam negeri/PMDN).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Minggu lalu ada beberapa investor Asia Timur, Jepang, dan Korea Selatan yang datang langsung ke Indonesia untuk berkonsultasi dengan GAPMMI membahas investasi," kata Adhi.
Menurut Adhi perusahaan makanan dan minuman asal Jepang dalam dua tahun terakhir memang gencar melebarkan sayap bisnisnya ke Indonesia. Terakhir, ada 10 perusahaan besar asal Jepang yang masuk ke sektor makanan dan minuman. "Perusahaan Jepang yang telah merealisasikan investasinya antara Iain Suntory, Asahi, Glico, Morinaga, Ito En, UHA, Mitsubishi, Yamazaki, dan Kanematsu," ujar Adhi.
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi penanaman modal langsung pada selama periode Januari-September 2014 mencapai Rp 342,7 triliun atau tumbuh 16,8 persen dibandingkan dengan pencapaian periode yang sama tahun lalu Rp 293,3 triliun. Investasi langsung di industri pengolahan makanan berkontribusi 11,9 persen atau sebesar Rp 40,7 triliun. Komposisinya adalah PMDN sebesar Rp 14 triliun, sedangkan PMA US$ 2,5 miliar.