"Serahkan aset itu kepada Jaya Ancol sebagai pengelola, kalau tidak akan kami tutup selamanya," tegas Gatot dalam public expose Jaya Ancol di Gedung Bursa Efek Indonesia, Senin (10/11).
Gatot berpendapat pihak Sea World selama ini hanya melihat permasalahan sengketa ini dari aspek bisnis saja tanpa menghiraukan aspek jaminan hukum yang mendasari pengelolaan wahana akuarium terbesar di Indonesia tersebut. Padahal menurutnya, Jaya Ancol merupakan pemegang hak aset atas dasar perjanjian yang telah berlangsung selama 20 tahun tersebut.
Serahkan aset itu kepada Jaya Ancol sebagai pengelola, kalau tidak akan kami tutup selamanya.Gatot Setyowaluyo |
"Padahal aspek hukum adalah yang mendasari semua perjanjian kerjasama ini, perjanjian kita jelas-jelas adalah perjanjian BOT (build, operate, transfer) dengan jangka waktu 20 tahun," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Teuku Sahir Syahali, Direktur Keuangan Jaya Ancol berhitung penutupan Sea World tidak akan menurunkan pendapatan Jaya Ancol. "Memang penutupan Sea World akan mengurangi alternatif tujuan wisata ke Ancol, namun untuk kontribusi ke finansial tidak akan memberikan dampak sama sekali," ujar Sahir.
Hal itu disebabkan karena selama ini kontribusi Sea World terhadap total pendapatan Jaya Ancol sangat kecil, yaitu hanya sebesar 1-2 persen dari hasil penjualan tiket dan jasa perdagangan. Hingga kuartal III 2014, Jaya Ancol mencatat pendapatan sebesar Rp 733 miliar dari penjualan tiket rekreasi, jasa perdagangan (souvenir), hingga penjualan makanan. Angka ini naik 10 persen dari pendapatan tahun lalu dengan periode yang sama yaitu sebesar Rp 724 miliar.
"Pendapatan yang diterima dari Sea World Indonesia sampai 30 September 2014 mengalami penurunan 43,56 persen menjadi Rp 1,71 miliar dibandingkan Rp 3,03 miliar pada periode yang sama di 2013," seperti dikutip dari laporan keuangan perusahaan.
Tren penurunan pendapatan Jaya Ancol dari Sea World sudah dirasakan sejak Januari-Juni 2014. Sepanjang periode tersebut, Jaya Ancol hanya menerima pendapatan Rp 1,69 miliar dari Sea World atau turun 15,5 persen dibandingkan pendapatan periode yang sama di 2013 sebesar Rp 2 miliar.
Lihat juga:Jaya Ancol Kesulitan Ambil Alih Sea World |