"Kita ingin Bank Mutiara bermanfaat bagi ekonomi Indonesia. Namun, kita ingin mereka naikkan modal, naikkan CAR, serta naikkan laba. Kami minta rasio CAR sebesar 14 persen," ujar Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad di Jakarta, Jumat (14/11).
Muliaman berharap permintaan OJK tersebut dapat terpenuhi dalam tiga tahun ke depan. Menurutnya, untuk menyuntik modal Bank Mutiara bukanlah perkara mudah di tengah kondisi likuiditas yang kemungkinan akan lebih ketat pada tahun depan.
"Tahun ini pertumbuhan kredit dikurangi untuk mengurangi excess likuiditas, tentu itu akan mempengaruhi pembiayaan dan dana pihak ketiga Bank Mutiara," tuturnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada kesempatan terpisah, Gubernur Bank Indonesia Agus D. W. Martowardojo, menyambut baik pengelolaan Bank Mutiara oleh J Trust. Dia berharap kinerja Bank Mutiara menjadi lebih baik di tangan J Trust.
"Namun kalau seaadainya mencakup tentang kegiatan yang lebih lanjut, misalnya, akan dilakukan merger dan konsolidasi, biasanya OJK akan konsul dengan kami. Tapi sekarang ini sepenuhnya ada di OJK," jelas Agus di kantornya, Kamis (13/11).
Nurhaida, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, menjelaskan OJK sampai saat ini belum memberi arahan kepada J Trust tentang perannya di pasar modal. "Kami akan sesuaikan peraturan-peraturan di Pasar Modal bagi J Trust" katanya.