6 ruas tol tersebut adalah Semanan-Grogol-Sunter, Sunter-Pulogebang, Duri Pulo-Tomang-Kampung Melayu, Kemayoran-Kampung Melayu, Ulujami-Tanah Abang, dan Tanjung Barat-Casablanca.
“Proyek jalan tol itu akan menjadi fokus pembiayaan kami tahun depan,” ujar Direktur Operasional Bank DKI Martono Soeprapto di Jakarta, Rabu (26/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Proyek besar butuh dana yang besar juga. Dan penyerapan dana juga perlu diperhatikan, jika penyerapan dananya tidak baik, maka proyek akan macet,” kata Martono.
"Proyek-proyek tersebut yang jelas mengganggu fee based income kita. Karena proyek macet, ya fee based income terhambat" ujarnya tanpa menyebutkan proyek apa saja yang dimaksud.
Mengingat laba dari proyek infrastruktur banyak yang tertunda, manajemen Bank DKI akan mencari cara untuk menumbuhkan laba perseroan. Salah satunya adalah dengan melakukan akuisisi perusahaan, membeli asuransi, serta melakukan program multifinance.
"Diharapkan dengan upaya ini, kami bisa menambah laba hingga mencapai Rp 1,3 triliun jika ada tambahan modal dari pemerintah, atau Rp 1,1 triliun jika tidak ada tambahan modal dari pemerintah pada 2015,” tambah Martono.