Seperti diketahui Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) menargetkan ekspor industri otomotif mencapai 40-50 persen dari produksi. Target tersebut dinilai terlampau tinggi, apalagi jika target ditetapkan untuk dicapai pada tahun depan.
Berdasarkan data yang diperoleh dari Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Nus Nuzulia Ishak pada Kamis (11/12), dalam pertemuannya dengan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) dan Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM), beberapa permasalahan tersebut dirundingkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, pelaku usaha juga menilai kebijakan pemerintah yang dilaksanakan tidak secara bertahap dan periodik berdampak terhadap perencanaan produksi. Hal itu ditambah kemungkinan pengenaan bea masuk safeguard bagi bahan baku industri komponen.
“Namun di sisi lain, tren ekspor otomotif pada 2009 hingga 2013 cukup bagus. Pertumbuhannya mencapai 37 persen,” katanya di sela peresmian pabrik PT Astra Honda Motor di Karawang, Kamis (11/12).
Nus mencatat saat ini beberapa negara tujuan ekspor otomotif adalah Singapura, Filipina, Thailand, Jepang dan Amerika Serikat. Sementara untuk ekspor ke Jepang, Nus menuturkan kebanyakan adalah komponen.