Andromeda, Head Investor Communication Indosat mengatakan bahwa perseroan berencana mempercepat pembayaran obligasi (guaranteed notes) senilai US$ 650 juta, yang jatuh tempo pada 2020. Alasannya jelas, kupon obligasi sebesar 7,37 persen atau mencapai US$ 47,93 juta per tahun bakal memberatkan langkah Indosat.
"Rencana mau percepat pembayaran itu memang sudah sejak lama. Targetnya pada 2015 sebagian atau seluruh obligasi senilai US$ 650 juta tersebut bakal dibayar," kata Andromeda ketika dihubungi CNN Indonesia, Selasa (16/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masih Menghantui
“Kalau obligasi sudah done, yang masih jadi menjadi masalah kemungkinan rugi kurs dilihat per kuartal pada tahun ini,” ujarnya.
Indosat mencatat rugi atas selisih kurs bersih pada sembilan bulan pertama 2014 sebesar Rp 0,8 miliar dibandingkan rugi bersih sebesar Rp 2,35 miliar pada periode yang sama di 2013.
Hingga pukul 14.45 WIB, Selasa (15/12), Rupiah diperdagangkan di level Rp 12.707 per dolar. Pada hari ini titik terlemah Rupiah sempat berada di Rp 13 ribu per dolar.