Kendati pasar domestik turun, tidak demikian halnya dengan pasar ekspor. Volume ekspor kendaraan utuh (Complete Built Up/CBU) tercatat meningkat 31 persen, dari 13.104 unit per November 2013 menjadi 17.154 unit. Sebaliknya impor CBU anjlok 48 persen menjadi hanya 5.554 unit.
Hampir semua jenis mobil mengalami penurunan penjualan di dalam negeri, kecuali mobil murah ramah lingkungan (LCGC) yang meningkat drastis. Tercatat LCGC terjual sebanyak 160 ribu unit per November 2014, naik signifikan jika dibandingkan pencapaian November 2013 sebanyak 16.815 unit. Peningkatan terjadi karena pada tahun lalu, LCGC mulai dipasarkan baru pada Juli sehingga efektif penjualan hanya enam bulan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diikuti dengan mobil kompak keluarga (multi purpose vehicle) yang juga turun penjualannya sebesar 23 persen, dari 60.776 unit menjadi hanya 46.695 unit.
Kondisi yang sama terjadi untuk pasar mobil berpenggerak roda empat (4WD) turun 13,6 persen, bus anjlok 57,2 persen, pickup atau truk negatif 8,8 persen, dan kendaraan kabin ganda turun 39 persen.
"Lalu ada kenaikan harga BBM bersubsidiyang pastinya berdampak. Kita ambil contoh tahun 2005 ketika BBM naik 110 persen, itu sekitar dua sampai empat bulan permintaan turun 40 persen," kata Johnny belum lama ini.