Susiwijoyo Mugiharso, Direktur Penerimaan dan Peraturan Kepabenan DJBC, menjelaskan dari tiga pos penerimaan yang diamanatkan ke DJBC, hanya setoran cukai yang mencapai target, yakni sebesar Rp 118, 1 triliun atau 100,5 persen dari target Rp 117,45 triliun. Sementara untuk realisasi bea masuk dan bea keluar, masing-masing hanya terealisasi 90,27 persen dan 54,98 persen.
DJBC mencatat realisasi penerimaan bea masuk 2014 sebesar Rp 32,2 triliun, lebih rendah dari target Rp 35,6 triliun. Sementara itu, setoran bea keluar yang masuk ke kas negara hanya Rp 11,3 triliun atau 54,9 persen dari target Rp 20,6 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lalu, selama periode Januari-November 2014, impor kita hanya mencapai US$ 163,74 miliar, turun 4,34 persen dibandingkan periode yang sama pada 2013. Impor migas turun 2,37 persen dan non-migas turun 4,96 persen," jelas Susiwijoyo kepada CNN Indonesia, Senin (5/1).
Menurutnya, tarif bea masuk efektif rata-rata 2014 adalah 1,46 persen atau turun 0,3 poin dibandingkankan dengan periode yang sama tahun 2013 yang mencapai 1,67 persen.
"Realisasi ekspor migas sebesar US$ 127,98 miliar atau turun 4,27 persen, sedangkan ekspor nonmigas sebesar US$ 133,69 miliar atau turun 1,95 persen. Hal ini disebabkan perlambatan pertumbuhan ekonomi di negara-negara utama tujuan ekspor, seperti Tiongkok, Jepang, India, Uni Eropa, dan lain-lain," jelasnya.
Melesetnya bea keluar, lanjut Susiwiwijoyo, terkait pula dengan kebijakan pelarangan ekspor bijih mineral yang dimulai pada 12 Januari 2014. Selain itu, Keterlambatan pemberian perijinan dan realisasi ekspor produk mineral kepada PT Freeport Indonesia (ekspor Agustus 2014) dan PT Newmont Nusa Tenggara (ekspor Oktober 2014) turut mengurangi potensi penerimaan bea keluar.
"Rata-rata tarif bea keluar CPO 2014 sebesar 8,38 persen, di mana pada Oktober, November dan Desember tarifnya 0 persen karena harganya di bawah harga referensi US$727 pe rmetrik ton, sehingga praktis penerimaan bea keluar pada triwulan IV 2014 sangat kecil," tuturnya.
(ags/ags)