“Sementara itu perkiraan ekspor batubara pada 2014 hanya mencapai 359 juta ton, turun 5,77 persen dari capaian 2013 sebanyak 381 juta ton,” ujar Direktur Jenderal Minerba Kementerian ESDM R. Sukhyar di Jakarta, Selasa (6/1).
Menurut Sukhyar, sebanyak 251 juta ton batubara yang diekspor diproduksi pada 2014 memiliki kadar kalori dan 145 juta ton adalah batubara kalori tinggi. Sementara sisanya, 38 juta ton, merupakan batubara kalori rendah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Diperlukan pengendalian produksi batubara dan meningkatkan serapan batubara domestik agar batubara dapat memberikan manfaat yang optimal bagi negara,” kata Sukhyar.
Lebih lanjut, dari total jumlah tersebut, sebanyak 85 persen dicanangkan bagi kebutuhan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), sedangkan sisanya sebesar 15 persen dialokasikan untuk sektor industri. Adanya selisih sekitar 19,55 juta ton dari target serapan domestik karena asumsi perkiraan yang berlebih (overestimated) saat penyusunan alokasi domestik. (ags/ags)