Meskipun enggan menyebutkan secara gamblang lima BUMN yang mendapat suntikan modal, namun Rini menyebutkan tiga diantaranya merupakan perusahaan jasa konstruksi. Sedangkan sisanya merupakan bank yang akan menggunakan suntikan dana itu untuk memperlancar peminjaman kredit untuk pembangunan infrastruktur serta perusahaan pertambangan.
"Perbankan juga mendapatkan mengingat kita akan melakukan ekspansi pembiayaan infrastruktur dari pemerintah. Jadi ada penambahan modal ke bank pemerintah," ujar Rini di Bandung, Senin (12/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Bank Mandiri juga akan melakukan right issue, jadi bagian pemerintah kira-kira Rp 5,6 triliun. Ditambah right issue-nya mungkin total menjadi Rp 9 triliun," kata dia. Menurut Rini, keputusan right issue bank-bank tersebut menunggu persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
"Pada dasarnya itu. Nantinya rencananya akan gantian melakukan right issue. Karena kalau bank BUMN semuanya right issue, tentu akan sulit. Jadi tahun ini Bank Mandiri, tahun depan berbeda supaya pasarnya tidak jenuh," ujar Rini.
Terkait suntikan modal untuk BUMN tambang, Rini mengatakan hal tersebut dilakukan agar perusahaan tersebut bisa melakukan investasi smelter. (gen)