"Urbanisasi yang cepat merupakan tantangan yang signifikan untuk Asia Timur, tapi kita tidak bisa mengelola apa yang tidak bisa kita ukur," ujar Wakil Direktur Bank Dunia untuk wilayah Asia Timur dan Pasifik Axel van Trotsenburg dalam siaran persnya, Senin (26/1).
Data menunjukkan secara keseluruhan daerah perkotaan di Asia Timur rata-rata tumbuh 2,4 persen per tahun selama dekade penelitian, dengan luas lahan perkotaan mencapai 134.800 kilometer persegi pada 2010.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bank Dunia dalam penelitiannya menemukan hubungan langsung antara urbanisasi dan pertumbuhan pendapatan, di mana produk domestik bruto (PDB) per kapita meningkat di seluruh wilayah seiring dengan meningkatnay jumlah penduduk yang tinggal di daerah perkotaan.
"Meningkatkan kualitas data untuk memahami tren ekspansi perkotaan sangat penting, sehingga pembuat kebijakan dapat membuat keputusan yang lebih baik untuk mendukung masyarakat dalam menghadapi lingkungan yang berubah dengan cepat, melalui akses terhadap layanan, pekerjaan dan perumahan," Marisela Montoliu Munoz, Direktur Bank Dunia Grup Sosial, Perkotaan, Perdesaan dan Praktik Ketahanan Global.
(ags/ags)