"Sepengetahuan saya, belum ada negara di dunia yang dapat meningkatkan penerimaan pajak dengan cepat dalam setahun," ujarnya di Jakarta, Selasa (20/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, salah satu peluang untuk mencapai target penerimaan anggaran adalah dengan menggenjot penerimaan non pajak dan non migas. Namun, jika pemerintah tidak dapat menjamin masuknya penerimaan negara, maka sasaran alokasi pengeluaran berupa kemajuan infrastruktur dan peningkatan kesejahreraan sosial tidak akan tercapai.
.
Lebih lanjut, peraturan di Indonesia menyatakan batasan maksimum persentase defisit dari produk domestik bruto (PDB) sebesar 3 persen. Perlu diketahui, dalam usulan RAPBN P 2015, pemerintah berencana merevisi defisit fiskal dari 2,4 persen PDB menjadi 1,9 persen PDB.
Meskipun demikian, Chaves menaruh harapan positif pada pemerintahan yang baru berjalan selama 3 bulan. Menurutnya, pemerintah baru dianggap berani mengeksekusi kebijakan publik tanpa ada guncangan politik yang berarti, terutama dalam hal peningkatan efisiensi alokasi anggaran. (gir/gir)