Hendropriyono Gandeng Proton Saat Penjualan Mobilnya Lesu

Diemas Kresna Duta, CNN Indonesia | Sabtu, 07/02/2015 15:23 WIB
Hendropriyono Gandeng Proton Saat Penjualan Mobilnya Lesu Pekerja mengecek mobil-mobil yang akan diekspor ke berbagai negara di Tanjung Priok Car Terminal, Jakarta Utara, Rabu, 16 Desember 2014. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Diketahui akan menjadi partner bisnis dalam wacana program mobil nasional Indonesia, Proton Holdings Berhad ternyata memiliki kinerja yang buruk dalam beberapa tahun terakhir. Menurut data statistik Asosiasi Otomotif Malaysia, sejak 2011 Proton terus mengalami penurunan angka penjualan mobil hingga 2014 kemarin.

Asal tahu, pada 2012 perseroan mampu menjual 141.121 unit dengan penguasaan pangsa pasar (market share) mencapai 22,5 persen. Angka ini mengalami penurunan sekitar 11,1 persen dari capaian tahun sebelumnya di angka 158.657 unit dengan market share berkisar 26,4 persen. Begitupun dengan jumlah penjualan mobil 2013 yang hanya mencapai 138.753 unit, menurun 1,67 persen dibandingkan capaian 2012. 

Sedangkan tahun lalu, manajemen Proton diketahui hanya mampu menjual  produknya di angka 115.783 unit, atau anjlok 16,5 persen ketimbang penjualan pada 2013. Adapun market share Proton tahun lalu di Malaysia hanya berkisar 17,4 persen atau menurun drastis jika dibandingkan dengan tahun 2011 yang berada di 26,4 persen. Di mana mobil jenis Saga masih menjadi produk unggulan Proton lantaran memiliki penjualan tertinggi disusul varian Exora, Persona dan Preve.

Dengan membukukan pendapatan usaha sebesar RM 7.1 miliar pada 2014, Proton diketahui menyumbang sekitar 63 persen dari pendapatan total segmen otomotif Malyasia yang mencapai angka RM 11,23 miliar.


Tren Menurun

Mengutip laporan kantor berita The Malaysian Insider, sedikitnya 42,74 persen saham Proton dikempit DRB Hicom Berhad atau perusahaan milik konglomerat lokal yakni Tan Sri Syed Mokhtar Albukhary. Lantaran memiliki porsi saham yang besar, Proton menjadi anak perusahaan DRB dengan kontribusi terbesar pada divisi otomotif DRB.


Direktur DRB Hicom, Tan Sri Mohd Khamil Jamil mengatakan, pihaknya tak menampik jika dalam beberapa tahun kedepan penjualan mobil di Malaysia akan lesu. Berangkat dari hal itu, ia pun hanya berani mematok angka produksi mobil perseroan untuk 5 tahun mendatang hanya di kisaran 500 ribu unit.

"Mobil telah kehilangan daya tarik. Dengan begitu, mobil Proton kehilangan posisinya dari nomor 1 di industri mobil Malaysia," ujar Khamil dalam laporan keuangan perseroan.

Saat ini, manajemen Proton diketuai oleh mantan Perdana Menteri yakni Tun Dr Mahathir Mohamad dan Datuk Abdul Harith Abdullah selaku Chief Executive Officer (CEO) Proton Holdings Bhd. Dalam situs DRB diisyaratkan, kedua orang ini dinilai tidak memiliki kompeten dan pengetahuan di bidang jasa otomotif.

Pada jumat lalu, Presiden Joko Widodo menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding(MoU) antara pabrikan mobil Proton Holdings Berhad dengan perusahaan otomotif domestik yakni PT Adiperkasa Citra Lestari, di Malaysia. Seperti diberitakan sebelumnya, CEO PT Adiperkasa Citra Lestari adalah bekas Kepala Badan Intelijen Negara, AM Hendropriyono. Ikut hadir dalam penandatanganan itu, Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Najib Tun Razak, Komisaris Proton, Tun Dr Mahathir Mohamad, dan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Jokowi memang sedang menjalani kunjungan kenegaraan di Malaysia selama tiga hari.
(dim/sip)