Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama BRI Asmawi Syam mengatakan penarikan pinjaman dari sektor pangan bisa meningkat karena banyak program pemerintah yang mengedepankan pada pembangunan infrastruktur pertanian.
"Tahun ini kami yakin pembiayaan sektor pangan bisa meningkat sebesar 20 persen. Bahkan bisa lebih karena sepertinya pemerintah telah mencanangkan irigasi dan penyediaan traktor," ujar Asmawi ditemui selepas menghadiri acara di Jakarta Convention Center, Jumat (13/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semoga tahun ini bisa satu persen NPL-nya. Pada dasarnya NPL di sektor ini memang rendah, tapi kalau bisa lebih rendah lagi ya bagus," jelas Asmawi.
Kontribusi Besar
"Program pemerintah di sektor pertanian merupakan langkah yang sangat baik, namun hal tersebut juga harus didukung dengan sektor perbankan yang mendukung agar produktivitas meningkat. Makanya kami juga akan perluas akses kreditnya," tambahnya.
Perluasan akses tersebut, tambahnya, akan dilakukan dengan penambahan branch agent sebanyak 35 ribu orang untuk mempermudah akses transaksi di 70 ribu desa di seluruh Indonesia. Menurutnya, hal ini lebih efisien dibanding harus membangun kantor cabang yang memerlukan biaya mahal dan tidak efisien.
"Sekarang kami sudah punya 25 ribu agen, masih butuh 10 ribu branch agent lagi sehingga setiap agennya bisa menangani dua desa. Tapi sepertinya kami akan merekrut lebih banyak, sehingga di akhir tahun ini kami akan memiliki 50 ribu branch agent yang tersebar di 70 ribu desa di seluruh Indonesia," tutur Asmawi. (gen)