"Sektor perbankan yang membiayai bidang pangan terbilang ada peningkatan. Tahun kemarin pertumbuhannya sebesar 19,5 persen, maka tahun ini ditargetkan bertumbuh sebesar 20,3 persen," ujar Kepala Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad di Jakarta Convention Center, Jumat (13/2).
Meskipun memasang target pertumbuhan kredit sektor pangan cukup tinggi, namun Muliaman mengatakan bahwa porsi pembiayaan di bidang ini masih kecil. Pada 2014, porsi pembiayaan sektor pangan hanya 5,88 persen dari total keseluruhan pembiayaan sebesar Rp 3.600 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu stigma tersebut kata Muliaman, adalah nilai non-performing loan (NPL) yang cukup tinggi. Padahal menurutnya, secara akumulatif sektor pangan memiliki NPL terbilang cukup rendah dan di bawah rata-rata NPL sektor ekonomi secara keseluruhan yang mencapai 2,28 persen.
Untuk meningkatkan pembiayaan di sektor ini, OJK akan mengajak kerjasama Kementerian Pertanian untuk penyaluran kredit Pangan agar akses kredit makin terbuka kepada masyarakat. Hal ini diakui Muliaman juga telah dilakukannya bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk penyaluran kredit di bidang perikanan.
Sebelumnya, OJK juga menargetkan pertumbuhan di bidang maritim dan perikanan sebesar 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dimana pembiayaan di sektor ini pada tahun lalu senilai Rp 85 triliun. Bahkan OJK juga mendesak 22 bank dengan klasifikasi modal BUKU III dan BUKU IV untuk meningkatkan proporsi pembiayaan di sektor ini di dalam rencana bisnis bank (RBB) masing-masing. (gen)