"Sebelumnya memang sempat dikurangi sebesar Rp 1,7 triliun untuk perumahan TNI,” ujar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono di Istana Bogor, Jawa Barat, Jum'at (13/2).
Basuki enggan menjelaskan alasan penolakan dari politikus Senayan untuk menyetujui anggaran bagi rumah TNI tersebut. Namun, dia memastikan pemerintah akan tetap mengupayakan pembangunan rumah bagi anggota TNI pada tahun depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Basuki mengungkapkan pemerintah telah menetapkan tiga kota sebagai lokasi perdana pembangunan rumah rakyat berharga murah. Tiga kota tersebut adalah Ternate di Halmahera, Sofifi di Maluku Utara, dan Tangerang di Banten.
“1 juta rumah akan kami bangun di Tangerang, dan dua daerah Timur yaitu Ternate dan Sofifi. Kalau di Tangerang sasaran pembangunan rumahnya adalah untuk buruh,” ujar Basuki.
Selain tiga kota tersebut, Basuki mengaku instansinya menerima permintaan dari masyarakat untuk membangun rumah rakyat di Bandung. (gen)