"Lima rekomendasi ini sebenarnya dicetuskan untuk memaksimalkan pemanfaatan sumber energi yang dimiliki Indonesia. Negara ini memiliki potensi energi serta kebutuhan yang besar, jadi harus dikelola dengan baik melalui regulasi serta implementasinya," ujar Direktur Eksekutif IEA, Maria Van Der Hoeven di Jakarta.
Dalam rekomendasinya, IEA berharap pemerintah Indonesia mampu melakukan perbaikan institusi dan kebijakan di bidang energi. Adapun pada rekomendasi kedua, lembaga yang memiliki basis di Perancis tersebut merekomendasikan agar pemerintah memperkuat legal frame work atau landasan hukum demi menjamin investasi di sektor energi dan pemanfaatan sumber dalam alam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Upaya memperbesar porsi bauran energi (mix energy) pun juga menjadi salah satu rekomendasi yang didorong oleh IEA.
Di kesempatan yang sama, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menyambut baik kelima rekomendasi yang dirilis oleh IEA. "Sebenarnya pemerintah juga sedang melakukan beberapa langkah yang direkomendasikan dalam buku ini. Mereka pun di dalam buku juga mengapresiasi langkah-langkah yang sudah dilakukan pemerintah," tutur Sudirman.
Penghapusan Subsidi BBM Diapresiasi
Yang menarik, Sudirman bilang, di samping lima rekomendasinya IEA mengapresiasi sejumlah langkah yang telah dilakukan pemerintah Jokowi. Satu di antaranya perihal penghapusan subsidi pada penjualan bahan bakar minyak (BBM) beberapa waktu lalu.
Sudirman mengklaim, langkah penghapusan subsidi BBM merupakan kebijakan yang jarang berhasil dilakukan oleh sejumlah negara. Beruntung dengan komitmen yang tinggi pemerintah mampu menggeser pemberian subsidi dari sektor yang konsumtif ke produktif.
"Selain itu dalam bukunya mereka juga mengapresiasi langkah Indonesia yang terus mengembangkan pemanfaatan energi terbarukan. Ini sejalan dengan kebijakan Dewan Energi Nasional (DEN)," katanya.
Berdasarkan program DEN, pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia pada 2025 ditargetkan mencapai 23 persen. Lantaran sampai saat ini mix energy masih di jalan, Sudirman tak menampik bahwa hal tersebut merupakan tantangan bagi jajarannya.
"Ke depannya saran-saran ini bisa menjadi masukan bagi pemerintah dalam pengambilan kebijakan di sektor energi," ujar Sudirman. (ded/ded)