Salip Toyota, Isuzu Lebih Dulu Jadikan RI Basis Produksi

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Selasa, 07/04/2015 14:59 WIB
Salip Toyota, Isuzu Lebih Dulu Jadikan RI Basis Produksi Pabrik PT Isuzu Astra Motor Indonesia di Karawang, Jawa Barat, Selasa (7/4). (CNN Indonesia/Safyra Primadhyta)
Karawang, CNN Indonesia -- Perusahaan produsen otomotif PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) meresmikan pabrik perakitan kendaraan yang berlokasi di kawasan industri Karawang, Jawa Barat. Selain untuk meningkatkan kapasitas produksi, Isuzu Karawang Plant ini diharapkan dapat menjadi basis produksi global Isuzu di luar Jepang.

“Jadi bukan hanya meningkatkan kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan kendaraan niaga Indonesia, tapi merupakan upaya kami untuk meningkatkan kualitas produk agar memenuhi standar kualitas dunia. Sehingga akhirnya menjadikan Indonesia sebagai basis produksi global Isuzu di luar Jepang," ujar Presiden Direktur Isuzu Astra Motor Indonesia Yohannes Nangoi di Karawang, Selasa, (7/4).

Isuzu membagi basis produksi di tiga negara yaitu Jepang untuk kendaraan komersial untuk negara maju, Thailand untuk kendaraan komersial kecil (light commercial vehicle), dan nantinya Indonesia akan menjadi basis produksi untuk kendaraan komersial di negara-negara berkembang.


Menteri Perindustrian Saleh Husin menyambut baik komitmen Isuzu untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi. Pasalnya, selain dapat mempercepat pengembalian investasi juga dapat mengurangi defisit neraca perdagangan Tanah Air.

"Langkah ini sangat sejalan dengan pengembangan industri otomotif yang dijalani oleh pemerintah Indonesia," kata Saleh.

Sebagai informasi, pabrik seluas 300 ribu meter persegi ini memiliki kapasitas produksi terpasang sebesar 52 ribu unit per tahun yang terdiri dari 45 ribu unit produksi kendaraan truk kelas ringan yaitu Isuzu Elf dan 7 ribu unit produksi kendaraan truk kelas menengah yaitu Isuzu Giga.

Kapasitas produksi pabrik senilai Rp 1,7 triliun ini nantinya dapat dikembangkan menjadi 80 ribu unit per tahun dengan serapan tenaga kerja yang mencapai 1.200 tenaga kerja. Fasilitas produksi pabrik sendiri terdiri dari framing, welding, painting, assembling, warehouse, vehicle stock, tear down area dengan menerapkan konsep environment & safety, quality, cost and delivery (EQCD).

Salip Kompetitor

Langkah Isuzu menjadikan Indonesia sebagai basis produksi seolah menyalip dua perusahaan otomotif asal Jepang lainnya yaitu Toyota dan Suzuki yang baru berjanji akan melakukan hal yang sama dihadapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika berkunjung ke Jepang beberapa waktu lalu.

Kepala BKPM Franky Sibarani sebelumnya bilang kedua perusahaan tersebut telah menyatakan keseriusannya dengan menambah kapasitas produksi serta melakukan perluasan investasi dalam waktu dekat.

"Bisa dibilang Toyota dan Suzuki akan menjadikan Indonesia sebagai basis produksinya di Asia Tenggara. Karena mereka yang bilang sendiri ke kita, ingin terus meningkatkan investasinya di Indonesia," ujar Franky, Rabu (1/4) yang lalu.

Alasan ketertarikan perusahaan otomotif Jepang untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi adalah kemudahan usaha serta masih tersedia lahan yang memadai. Perusahaan-perusahaan tersebut juga mengatakan bahwa Indonesia memiliki batasan-batasan usaha yang lebih sedikit dibandingkan negara lain seperti Thailand dan Vietnam.

“Mereka menyadari hal tersebut setelah kita sudah tertinggal jauh dengan Thailand dari sisi ekspor. Karena Thailand start-nya beda, sudah 11 tahun yang lalu memposisikan diri sebagai production based sedangkan kita baru memposisikan diri dari segi orientasi ekspor," katanya. (gen)