Permintaan Truk Meningkat, Isuzu Siap Operasikan Pabrik Baru

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Kamis, 05/03/2015 08:42 WIB
Permintaan Truk Meningkat, Isuzu Siap Operasikan Pabrik Baru PT Isuzu Astra Motor Indonesia, akan meresmikan pabrik baru yang berlokasi di Karawang pada bulan April mendatang. (Dok. parts.isuzu.com.au)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan produsen otomotif PT Isuzu Astra Motor Indonesia, akan meresmikan pabrik baru yang berlokasi di Karawang pada April mendatang. Dengan adanya pabrik baru ini, diharapkan perusahaan bisa melakukan produksi hingga 80 ribu unit kendaraan per tahun.

"Sejauh ini, kapasitas produksi kami sebesar 52 ribu unit per tahun. Akan kami running sebanyak 25 ribu hingga 30 ribu unit sehingga bisa expand hingga 80 ribu unit nanti kalau market-nya membesar," ujar Presiden Direktur Isuzu Astra Motor Indonesia Yohannes Nangoi ketika ditemui di Kementerian Perindustrian Rabu malam (4/3).

Pabrik seluas 300 ribu meter persegi ini menggantikan pabrik Isuzu sebelumnya yang berada di Bekasi. Di samping itu, pabrik senilai Rp 1,7 triliun ini digunakan untuk memproduksi truk dengan ukuran sedang dan kecil, seperti Isuzu Elf dan Isuzu Giga.


Alih Fungsi Pabrik Lama

Lebih lanjut, Yohannes mengakui bahwa kapasitas produksi pabrik lama tidak memadai untuk mengakomodasi permintaan akan produksi truk Isuzu yang selama ini semakin meningkat. Meskipun tidak lagi digunakan untuk produksi, pabrik di Bekasi akan tetap digunakan sebagai pusat pelatihan karyawan dan sarana pengembangan produk.

"Kalau di pabrik yang lama, untuk mengejar 20 ribu unit per tahun saja sudah megap-megap karena lahannya kecil dan kapasitasnya tidak mencukupi. Kami sudah menutup pabrik di Bekasi sejak November lalu, sedangkan trial produksi di Karawang sudah kami lakukan satu bulan berikutnya. Januari kemarin kami sudah mulai produksi di situ," tambahnya.

Dengan adanya pabrik baru ini, Yohannes menargetkan pangsa pasar sebesar 25 persen bagi produk truk segala segmen pada 2015. Dia optimistis target tersebut dapat tercapai setelah melihat pangsa pasar yang baik pada dua bulan pertama, dimana pangsa pasarnya mencapai 20 persen untuk truk setiap jenis.

"Dua bulan pertama saja kami sudah punya market share sebesar 20 persen untuk truk besar dan kecil dengan total target penjualan sebesar 25 ribu unit. Kalau ditambah produksi Light Commercial Vehicle mungkin bisa kami kejar hingga 33 hingga 34 ribu unit untuk tahun ini," tutur Yohannes.

Namun, perusahaannya belum bersedia untuk membuka pabrik baru setelah Karawang dengan alasan ingin mengoptimalkan pabrik yang baru dibangun. "Kami maksimalkan dulu pabrik yang ada, karena rencananya akhir tahun ini atau awal tahun depan kita ingin ekspor," pungkasnya. (gen)