"Dengan kehadiran delegasi Keidanren ini, saya sangat berharap perusahaan-perusahaan Jepang menaruh minat dan menanamkan modalnya di kawasan-kawasan industri yang sedang dibangun oleh Indonesia," ujar Saleh di Kementerian Perindustrian, Kamis (9/4).
Saleh juga berharap pengusaha Jepang mau menambah komitmen investasi pada industri baja hilir nasional. Dalam hal ini, Kemenperin memprioritas kawasan industri stainless steel Bantaeng, Buli, Morowali, dan Konawe sebagai destinasi modal-modal Jepang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai informasi, pemerintah melalui Kemenperin sedang dan akan membangun 14 kawasan industri (KI) hingga 2019, dengan estimasi kebutuhan modal mencapai Rp 192,44 triliun. Kawasan industri yang akan dikembangkan berada di Bintuni, Buli, Bitung, Palu, Morowali, Konawe, Bantaeng, Batulicin, Jorong, Ketapang, Kuala Tanjung, Seo Mangkei, dan Tanggamus.
Khusus 2014, realisasi investasi Jepang mencapai US$ 2,7 miliar dengan investasi utama terdapat di sektor industri transportasi senilai US$ 1,26 miliar. Rasio realisasi investasi Jepang antara tahun 2010 hingga 2014 mencapai 62 persen, atau US$ 16,60 miliar investasi terealisasi dari rencana investasi sebesar US$ 26,61 miliar.
(ags)