Kumpulkan Menteri, Jokowi Bahas Kerjasama Jepang dan Tiongkok

Resty Armenia, CNN Indonesia | Senin, 30/03/2015 13:58 WIB
Kumpulkan Menteri, Jokowi Bahas Kerjasama Jepang dan Tiongkok (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumpulkan para menteri Kabinet Kerja dalam Sidang Kabinet Paripurna untuk membahas tindak lanjut tujuh memorandum of understanding (MoU) yang dibuatnya dari hasil kunjungan kerja di Tiongkok dan Jepang sepanjang pekan lalu.

Seperti diketahui, saat Presiden mengunjungi Jepang, tercatat ada komitmen investasi senilai US$ 2,6 miliar dari dua perusahaan otomotif Jepang, Toyota dan Suzuki, masing-masing bernilai US$ 1,6 miliar dan US$ 1 miliar.

Sementara dari Tiongkok, hasil pertemuan bilateral kedua delegasi pemerintahan dituangkan dalam pernyataan bersama kemitraan strategis komprehensif antara Pemerintah Indonesia dengan pemerintah negeri Tirai Bambu.


Selanjutnya, kedua kepala Pemerintahan menyaksikan penandatangan delapan dokumen kerjasama, yang meliputi:

1. MoU Kerjsama Ekonomi antara Menko Perekonomian dengan Komisi Nasional Pembangunan dan Reformasi Tiongkok;

2. MoU Kerjasama Pembangunan Industri dan Infrastruktur antara Komisi Nasional Pembangunan dan Reformasi Tiongkok dengan Menteri BUMN;

3. MoU Antara Menteri BUMN dengan Komisi Nasional Pembangunan dan Reformasi Tiongkok Untuk Proyek Pembangunan Kereta Cepat Jakarta – Bandung;

4. MoU antara Badan SAR Nasional (BASARNAS) dengan Menteri Transportasi Tiongkok;

5. Perjanjian Kerjasama Antara Pemerintah dan Tiongkok untuk pencegahan pajak berganda;

6. MoU antara Lembaga Pengembangan Antariksa Nasional (LAPAN) dengan Badan Antariksa Nasional Tiongkok;

7. MoU Kerjasama antara Menteri BUMN dengan China Development Bank Corporation (CDBC).

Selain agenda tindak lanjut kunjungan kerja Tiongkok dan Jepang, Jokowi juga akan mempimpin pembahasan terkait harga bahan pokok dan perkembangan situasi di bidang politik serta hukum.

"Meskipun kalau kita lihat di lapangan harga beras sudah berada pada posisi normal kembali, tetapi saya ingin agar situasi harga itu dipantau dari hari ke hari. Tidak hanya urusan beras, karena ini juga mendekati Lebaran. Juga urusan yang berkaitan dengan gula," ujar Jokowi dalam pembukaan Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (30/3). (gen)