Direktur Task Force Financial Deepening BI Nanang Hendarsyah mengatakan saat ini manajemen Pertamina tengah melakukan persiapan dan perhitungan kebutuhan transaksi lindung nilai untuk mengamankan pinjaman luar negeri yang dibuatnya.
"Memang sedang dalam persiapan masuk hedging kita tidak bisa sampaikan, angka masih dalam diskusi," kata Nanang di Gedung BI, Jumat (10/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang kita harapkan ke depan Pertamina juga, kemudian seperti Krakatau Steel, Antam, kita lagi melihat kemungkinan itu. Jadi memang kami dorong untuk dapat melakukan lindung nilai," ujarnya.
Meskipun Pertamina berhasil membukukan pendapatan sebesar US$ 36,73 miliar, naik 6,03 persen dibandingkan pendapatan semester I 2013 sebesar US$ 34,64 miliar namun beban usaha perseroan juga membengkak.
Pertamina tercatat menghabiskan biaya operasional US$ 33,23 miliar sepanjang semester I 2014 atau naik 6,5 persen dibandingkan periode yang sama di 2013 sebesar US$ 31,2 miliar. (gen)