"Kalau BBM naik sebesar Rp 500, atau kurang lebih naiknya tujuh hingga delapan persen dari harga sebelumnya. Mengingat komponen BBM untuk inflasi sebesar empat persen, apabila dikalikan maka hasilnya bisa sekitar 0,04 persen, tapi itu untuk April," ujar Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo ketika ditemui di Gedung BI, Jakarta, Senin (30/3).
Meskipun berperan dalam meningkatkan inflasi, Perry menilai mekanisme penetapan harga yang dilakukan pemerintah dengan mengikuti perubahan harga minyak dunia tiap dua pekan sekali bisa menekan lonjakan inflasi yang terlalu tinggi dibandingkan sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemarin harga tinggi kan akibat masyarakat tahu kalau BBM akan naik, makanya pelaku usaha mengantisipasi kenaikan BBM dengan menaikkan harga duluan. Tapi sekarang kan naik turunnya kecil-kecil, secara tiba-tiba juga jadi ekspektasi inflasinya juga lebih kecil," jelasnya.
"Kami perkirakan inflasi Maret berkisar di angka 0,27 sampai 0,3 persen month on month dengan komponen terbesar dari harga bawang dan beras. Kenaikan BBM juga pasti ada perannya, namun tidak signifikan," tutur Agus ketika ditemui di tempat yang sama.
Seperti yang telah diketahui sebelumnya, Indonesia mencatat deflasi pada Januari sebesar 0,24 persen dan Februari sebesar 0,36 persen. Hal tersebut juga diiringi dengan kebijakan BI untuk menurunkan BI Rate sebesar 25 basis poin dari 7,75 menjadi 7,5 pada bulan Februari yang lalu. (gen)