Pelaksana tugas Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM I Gusti Nyoman Wiratmadja menjelaskan, laporan yang diberikan Pertamina akan digunakan instansinya untuk melakukan kajian dari aspek teknis, ekonomi, sosial, sampai politik atas hadirnya Pertalite di masyarakat.
"Kalau menarik Premium, terus mengganti yang baru dan kemudian menaikkan harga, tentu harus bicara dulu dengan Pemerintah dan stakeholder, masyarakat. Bagaimana efeknya dengan harga naik," ujar Wiratmadja dikutip dari laman Kementerian ESDM, Senin (20/4).
Dia menilai apabila Pertamina hendak menghadirkan Pertalite sebagai alternatif produk BBM, kemungkinan dampaknya kepada ekonomi masyarakat tidak terlalu berat karena Premium yang dijual dengan harga lebih murah masih tetap ada.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari pembicaraan dengan Pertamina, Wiratmadja menyebut perusahaan pelat merah itu memahami harus mengikuti prosedur yang ada terlebih dahulu sebelum meluncurkan Pertalite. (gen)