“Keinginan perusahaan-perusahaan dari kedua kontinen untuk melakukan perdagangan dan investasi semakin meningkat. Semakin banyak pula perusahaan-perusahaan yang telah membuka usaha mereka di kedua kawasan,” ujarnya di Jakata, Senin (20/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Suryo, negara-negara di Afrika Selatan menyediakan produk-produk petanian, seperti buah-buahan, sayuran, daging dan ternak. Sementara negara-negara di ASEAN menyediakan produk-produk elektronik, mesin-mesin dan mobil, sebagai produk impor penting negara-negara Afrika Selatan.
Ketua Pelaksana AABS, Noke Kiroyan mengatakan, di bidang perdagangan AABS mendorong hubungan dagang dengan mendorong pemerintah untuk mengurangi hambatan-hambatan perdagangan, mendorong fasilitasi perdagangan, dan meningkatkan perdagangan jasa seperti pariwisata, dan meningkatkan perdagangan langsung antara negara negara Asia dan Afrika.
“Kita perlu menjajaki peluang-peluang bisnis, serta promosi perdagangan yang lebih baik lagi di antara negara-negara Asia Afrika, tak terkecuali bagi Indonesia,” katanya.
Noke menyatakan perdagangan dan investasi di Afrika perlu diakselerasi karena bisa menjadi pasar yang menjanjikan apabila digarap secara optimal. Di sisi lain, selama ini pandangan negatif terhadap Afrika karena beberapa isu seperti wabah Ebola, Boko Haram, dan pembajakan lepas pantai masih mempengaruhi minat investasi. (gir/ded)