Choliq mengatakan eksekusi proyek jalan tol yang menghubungkan Kuta-Gilimanuk itu diusulkan pada tahun ini. Nantinya proyek tersebut akan dibagi dalam empat seksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pengajuan kira-kira dua minggu lalu. Waskita sebagai pemrakarsa bekerjasama dengan tiga Pemda dan satu Pemprov," katanya.
Choliq mengatakan, kebutuhan dana untuk membangun tol tersebut mencapai Rp 35 hingga 40 triliun. Saat ini, jelas Choliq, Waskita Karya beserta tim tengah melakukan studi kelayakan (feasibility study/FS). Menurutnya, pembebasan lahan akan menajdi tanggung jawab Waskita Karya sebagai pemrakarsa proyek.
Rencananya, lanjut Choliq, tahun ini proses tender ditargetkan selesai sehingga tahun depan pengerjaan proyek secara fisik bisa. Percepatan eksekusi diupayakan mengingat tingkat kemacetan di Pulau Dewata makin hari makin parah.
"Di Bali kan perlu moderinisasi, kalau bertahan culture tapi macet. Mending mengalah tapi lancar," katanya.
(ags)