“Saya kira bagus karena siapa pun bisa memberikan masukan meskipun tentu saja kadang-kadang ada data yang perlu pendalaman dan lain sebagainya,” kata Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto ketika ditemui di kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta, Rabu (13/5).
Menurut Dwi, Pertamina sudah banyak menjalankan rekomendasi yang dikeluarkan oleh tim yang dipimpin oleh Ekonom Universitas Indonesia Faisal Basri tersebut. Dwi mencontohkan dilakukannya revitalisasi divisi Integrated Supply Chain (ISC) Pertamina menjadi pengatur impor minyak perseroan merupakan salah satu rekomendasi yang dijalankan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Butuh Waktu
Mantan bos PT Semen Indonesia Tbk itu menyebut kalaupun ada rekomendasi yang belum bisa dijalankan, hal itu terjadi karena manajemen butuh waktu untuk melakukan persiapan. Dwi memastikan, Pertamina akan terus membuka dialog dan berkonsultasi dengan seluruh anggota tim tersebut meskipun per hari ini akan mengakhiri masa tugasnya.
“Manakala semangat reformasi itu sudah mulai menjalar maka tentu saja Pertamina maupun Kementerian yang bisa melanjutkan semangat reformasi itu,” ujarnya. (gen)