Produksi Padi 2015 Tertinggi dalam 10 Tahun Terakhir

Hafizd Mukti, CNN Indonesia | Kamis, 02/07/2015 06:00 WIB
Produksi Padi 2015 Tertinggi dalam 10 Tahun Terakhir Pekerja mengumpulkan kembali gabah setelah dijemur di Jombang, Jawa Timur, Jumat (12/6). (Antara Foto/Syaiful Arif)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Badan Pusat Statistik, Suryamin mengumumkan Angka Ramalan I Tahun 2015 atau ARAM I. Statistik produksi tanaman pangan yang disajikan dalam Berita Resmi Statistik (BRS) tersebut terdiri dari luas panen, produktivitas, dan angka produksi untuk komoditas padi, jagung, dan kedelai.

Angka produksi tanaman pangan yang dirilis tahun 2015 disajikan dengan empat status angka berbeda yaitu Angka Sementara (ASEM) 2014, Angka Tetap (ATAP) 2014, angka Ramalan (ARAM I) 2015 dan angka Ramalan II (Aram II) 2015. ASEM 2014 merupakan realisasi produksi selama satu tahun (Januari-Desember 2014).

“ATAP 2014 adalah realisasi produksi selama satu tahun (Januari-Desember 2014) dan merupakan angka final. Aram I 2015 terdiri dari realisasi produksi Januari-April dan angka ramalan Mei-Desember tahun 2014 berdasarkan keadaan luas tanaman akhir April 2015. Sedangkan ARAM II 2015 terdiri dari realisasi produksi Januari-Agustus dan angka ramalan September-Desember tahun 2015 berdasarkan keadaan luas tanaman akhir Agustus 2015, paparnya,” kata Suryamin di Jakarta, kemarin.


Lebih lanjut Suryamin mengatakan bahwa padi, jagung dan kedelai pada tahun ini mengalami kenaikan secara bersamaan. Produksi padi tahun 2014 sebanyak 70,85 juta ton gabah kering giling (GKG) atau turun sebanyak 0,43 juta ton (0,61 persen) dibanding tahun 2013.

Produksi padi tahun 2015 diperkirakan sebanyak 75,55 juta ton GKG atau mengalami  kenaikan sebanyak 4,70 juta ton (6,64 persen) dibandingkan tahun 2014. Kenaikan produksi padi tahun 2015 diperkirakan terjadi di Pulau Jawa sebanyak 1,83 juta ton dan di luar Pulau Jawa sebanyak 2,88 juta ton.

Kenaikan produksi diperkirakan terjadi karena kenaikan luas panen seluas 0,51 juta hektar (3,71 persen) dan kenaikan produktivitas sebesar 1,45 kuintal per hektar (2,82 persen).

Perkiraan kenaikan produksi padi tahun 2015 yang relatif  besar terdapat di Provinsi Jawa Tengah, Lampung, Sumatera Selatan, Jawa Timur dan Jawa  Barat. Sementara itu perkiraan penurunan produksi padi tahun 2015 yang relatif besar terdapat  di Provinsi DI Yogyakarta,  Gorontalo, dan DKI Jakarta.

Sementara Produksi jagung tahun 2014 sebanyak 19,01 juta ton pipilan kering atau meningkat sebanyak 0,50 juta ton (2,68 persen) dibandingkan tahun 2013.Produksi jagung tahun 2015 diperkirakan sebanyak 20,67 juta ton pipilan kering atau  mengalami kenaikan sebanyak 1,66 juta ton (8,72 persen) dibandingkan tahun 2014. Peningkatan produksi diperkirakan terjadi karena kenaikan luas panen seluas 160,48 ribu hektar (4,18 persen) dan kenaikan produktivitas sebesar 2,16 kuintal/hektar (4,36 persen).

Disisi lain produksi kedelai yang selama ini selalu disangsikan kebanyakan orang untuk kenaikan produksinya juga mengalami kenaikan, produksi kedelai tahun 2014 sebanyak 955,00 ribu ton biji kering atau meningkat sebanyak 175,01 ribu ton (22,44 persen) dibandingkan tahun 2013.

Produksi kedelai tahun 2015 diperkirakan sebanyak 998,87 ribu ton biji kering atau meningkat sebanyak 43,87 ribu ton (4,59 persen) dibandingkan tahun 2014. Peningkatan produksi kedelai diperkirakan terjadi karena kenaikan luas panen seluas 24,67 ribu hektar  (4,01  persen)  dan peningkatan produktivitas sebesar  0,09 kuintal/hektar (0,58 persen).

“Kami harap konsumen data perlu mencermati status angka dalam penggunaannya, baik untuk evaluasi atau monitoring maupun perencanaan, dan diharapkan konsumen data selalu mengacu pada hasil perhitungan dengan status angka yang dirilis terakhir,” kata Suryamin. (pit/pit)