"Perlu lebih ditekankan terhadap pengaturan dan alur distribusinya supaya lancar dan barang tetap ada di pasar, kalau tidak ada pengaturan ya silakan operasi pasar," ujar Suryamin di kantornya, Senin (1/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BPS melaporkan seluruh indeks kelompok pengeluaran mengalami kenaikan harga dan memicu terjadinya inflasi sebesar 0,5 persen pada Mei 2015. Kelompok bahan makanan tercatat menjadi penyumbang terbesar inflasi bulan lalu, di mana rata-rata mengalami kenaikan harga sebesar 1,39 persen.
"Pasokan cabai dari sentra produski sudah berkurang, ini yang menyebabkan cabai merah langka di sejumlah daerah. Tentunya ini saat yang bagus untuk menanam cabe terlebih sekarang jarang hujan." kata Suryamin.
Selain cabai merah BPS juga mencatat kenaikan beberapa harga bahan makanan pokok, antara lain daging ayam ras 5,09 persen, telur ayam ras 6,13 persen, bawang merah naik 6,19 persen, dan ikan segar 0,58 persen. Sementara harga beras tercatat turun sebesar 0,88 persen.
Suryamin menambahkan pemerintah harus bisa mengontrol harga-harga barang tidak hanya di kota besar, tetapi juga di seluruh wilayah Indonesia.
"Beras masih deflasi, kalau bisa dijaga deflasi lebih bagus lagi," tuturnya. (ags)