Dalam sebuah siaran televisi, seperti dikutip Reuters, Tsipras terang-terangan kembali menegaskan sikapnya menolak paket penyelamatan dan meminta rakyatnya memilih "Tidak" dalam referendum yang bakal digelar pada Minggu (5/7) mendatang. “Yunani sedang diperas,” katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, Tsipras awalnya menolak proposal dana talangan disertai sejumlah persyaratan dari kreditur di IMF. Tapi pada Selasa (30/6) malam, dia menuliskan sikapnya kepada pemimpin Eropa dan IMF, yang menerima hampir semua persyaratan yang diajukan.
Menanggapi sikap terbaru Tsipras itu, Presiden Dewan Eropa Donald Tusk mengatakan Uni Eropa bermaksud membantu Yunani. “Tapi tak bisa membantu siapapun kalau bertentangan dengan kehendaknya,” katanya, dalam sebuah cuitan di akun Twitternya. “Lebih baik menunggu hasil referendum Yunani.”
Meskipun nanti referendum memilih “Ya”, perjanjian penyelamatan perekonomian yang baru butuh berminggu-minggu negosiasinya. Dan Yunani pun tampaknya harus memilih pemerintahan yang baru.
“Bagaimana Anda mengharapkan (Pemerintahan) Eropa menyetujui bailout ketiga ketika pemerintah Yunani secara aktif berkampanye dalam referendum untuk menolak persyaratan bailout kedua?” kata James Nixon, ekonomis dari Oxford Economics, seperti dikutip CNNMoney. (ded/ded)