Terancam Bangkrut, Orang Yunani Lirik Bitcoin Ganti Euro

Deddy S, CNN Indonesia | Selasa, 30/06/2015 10:59 WIB
Terancam Bangkrut, Orang Yunani Lirik Bitcoin Ganti Euro Warga Yunani mengantre di depan ATM. (CNN Indonesia/Reuters/Marko Djurica)
Jakarta, CNN Indonesia -- Di tengah ancaman kebangkrutan dan penutupan bank sejak Senin (29/6), orang-orang Yunani mulai melirik platform perdagangan online untuk melihat potensi uang digital bitcoin menggantikan euro. Perdagangan bitcoin terbesar di dunia menyatakan kepada CNNMoney adanya gelombang bisnis dari Yunani.

Sebagai contoh di marketplace bitcoin di Jerman, Bitcoin.de, CEO Oliver Flaskaemper melaporkan jumlah orang Yunani yang mendaftarkan diri untuk memperdagangkan bitcoin naik 10 kali lipat dari biasanya. Perdagangan bitcoin dari Yunani naik 79 persen dari rata-rata perdagangan 10 pekan di Bitstamp, perdagangan bitcoin terbesar ketiga di dunia.

Bahkan perdagangan bitcoin di China juga menarik perhatian pebisnis Yunani. LakeBTC, yang berkantor pusat di Shanghai, mendapati kenaikan 40 persen pengunjung yang memakai komputer di Yunani.


Selama akhir pekan kemarin, perdagangan bitcoin di Polandia, Bitcurex, menerima banjir pertanyaan via email dari orang-orang Yunani. Pertanyaan mereka yang terbanyak adalah: “Apakah bitcoin mata uang yang legal di Uni Eropa?”, “Dapatkah saya menggunakan Bitcurex sebagai akun bank?”, “Apakah Anda punya jaringan ATM bitcoin di Yunani?”.

Bitcurex kemudian melakukan pemasaran langsung ke Yunani di website mereka. Mereka menulis: “Mendaftarlah di Bitcurex dan melakukan perdagangan gratis selama 3 bulan. Tidak ada biaya untuk orang Yunani!”

Masalahnya, memperdagangkan bitcoin tak semudah membalikkan telapak tangan. Seperti dilansir CNNMoney, hanya ada satu ATM bitcoin di Yunani, yakni di sebuah toko buku di Athena. Lalu, pembelian bitcoin masih memakai metode umum, membelinya di toko online dengan mentransfer uang ke sebuah bank. Masalahnya, bank-bank di Yunani sudah tutup.

Tapi, sebetulnya itu tak 100 persen mustahil. Bitcoin.de misalnya, mengatakan orang Yunani masih bisa membeli bitcoin sepanjang punya akses ke perbankan online. Sementara LakeBTC mengatakan orang Yunani bisa mencoba mencari ‘LakeBankers’ lokal yang bersedia menjual bitcoin mereka dengan pembayaran uang tunai atau PayPal.

Tantangan lain adalah soal memakai bitcoin untuk melakukan pembelian. Tak banyak toko yang menerima pembayaran dengan bitcoin. Menurut BitcoinMaps, hanya ada sekitar enam toko yang menerima pembayaran dengan bitcoin di Yunani. Di antaranya adalah sebuah restoran keluarga bernama Angel Tavern dan perusahaan rental yacht.

Bitcoin diciptakan sebagai mata uang independen dan terkomputerisasi sejak 2009. Tapi diyakini masih butuh waktu yang panjang sebelum mata uang ini bisa ‘bersinar’ di Yunani yang sedang mengalami tekanan ekonomi.

“Saya tak yakin orang-orang Yunani akan mulai membeli keju dengan bitcoin besok,” kata Filip Godecki, juru bicara Bitcurex. “Tapi saya pikir ada perubahan dalam pemikiran mereka (dengan penutupan bank). Orang Yunani akan mulai berpikir bahwa mata yang sekarang tak aman untuk disimpan di bank.”

Hanya, nilai bitcoin sendiri memang sangat mudah berubah. Pada November 2012 satu bitcoin bernilai US$ 11. Nilainya meroket jadi US$ 1.000 setahun kemudian. Tapi per Senin (29/6) lalu, nilainya ada di posisi US$ 253. (ded/ded)