Pasca Soetta Terbakar, Garuda Klaim Penerbangan Sudah Normal

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Senin, 06/07/2015 13:47 WIB
Pasca Soetta Terbakar, Garuda Klaim Penerbangan Sudah Normal Situasi di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Senin (6/7) pagi. (CNN Indonesia/Susetyo Dwi Prihadi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo memastikan hari ini jadwal penerbangan maskapai penerbangan itu sudah berjalan sesuai jadwal, pasca kebakaran di Terminal 2E Bandar Udara Soekarno-Hatta. Sebanyak 66 penerbangan dari dini hari sampai pukul 11.00 WIB tadi sudah berjalan normal.

Garuda pun menambah kapasitas di lima kota yang cukup besar, yaitu Surabaya (dua kali Boeing 747-400), Denpasar (dua kali Boeing 747-400, dan Batam (dengan Airbus A330). Penerbangan ekstra juga diberikan untuk tujuan Semarang dan Pontianak.

Arif mengatakan, situasi seperti itu harus diantisipasi sebab menjelang hari raya Idul Fitri. Terkait aktivitas check-in di Terminal 2E yang terbakar, Garuda sedang berkoordinasi dengan Angkasa Pura II agar segera dipulihkan.


Tentang nilai kerugian akibat kebakaran itu, Arif tak mau bicara sekarang. “Saya lebih fokus pada recovery pelayanan. Jadi masalah kerugian, kami hitung belakangan,” katanya di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Senin (6/7). 

Kebakaran yang terjadi di Terminal 2E Bandar Udara Soekarno-Hatta, Minggu (5/7) kemarin, membuat kelabakan maskapai Garuda Indonesia. Selain pembatalan penerbangan, para penumpang maskapai itu pun harus merasakan keterlambatan.

“Kemarin kejadian yang luar biasa buat Garuda Indonesia,” kata Arif. “Saya minta maaf.”

Karena kebakaran itu, dampaknya terasa pada 179 penerbangan Garuda pada hari itu. Sejumlah penerbangan bahkan harus dibatalkan. Garuda, kata dia, harus memastikan ketersediaan kru kokpit dan kabin.

“Tentu itu berdampak pada penumpang,” katanya lagi.

Arif mengatakan akibat peristiwa itu, para penumpang diberikan pilihan, melakukan refund, atau menjadwal ulang penerbangan. Sementara yang terpaksa harus menginap, Garuda menanggung penginapannya di hotel.

Dampaknya juga merembet ke jaringan penerbangan Garuda Indonesia di bandar udara lain. (ded/ded)