Angkasa Pura II Siap Singkirkan Lima Bangkai Pesawat

Gentur Putro Jati, CNN Indonesia | Senin, 22/06/2015 11:58 WIB
Angkasa Pura II Siap Singkirkan Lima Bangkai Pesawat Seorang petugas PT Angkasa Pura II (Persero) saat melintas diantara bangkai pesawat yang ada di kawasan bandar udara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (6/5). (ANTARA FOTO/Lucky R.)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II menyatakan bakal menyingkirkan lima dari 11 pesawat usang di Bandara Soekarno-Hatta dalam waktu dekat. Hal tersebut dilakukan usai para pemiliknya melakukan klaim atas lima pesawat tersebut.

Lima pesawat yang telah diklaim oleh pemiliknya adalah Fokker 28 dengan registrasi PK-MGH, Fokker 28 registrasi PK-MGM, lalu MD 820 registrasi PK-KAP, kemudian Boeing 737-200 registrasi PK-KAD, dan Boeing 737-200 registrasi PK-CJK.

“Kelima pesawat tersebut saat ini tengah diproses secara administrasi untuk kemudian dilakukan pemusnahan atau pemindahan oleh pemilik,” kata Direktur Utama AP II Budi Karya Sumadi di Jakarta, Senin (22/6).


Budi berharap pasca pemindahan lima pesawat tak terpakai tersebut, para pemilik enam unit pesawat lainnya juga cepat melakukan klaim. Sehingga program pembenahan sisi udara Bandara Internasional Soekarno-Hatta dapat berjalan lancar.

Enam unit pesawat yang belum diklaim pemiliknya adalah FJF dengan registrasi PK-HNK, Boeing 737-200 registrasi PK-IJK, Boeing 737-200 registrasi PK-IJH, HS 748 registrasi PK-IHH, HS 748 registrasi PK-IHT, dan F28 registrasi PK-MGM.

Batavia Air

Sementara itu, sebanyak 10 unit pesawat milik PT Metro Batavia, operator maskapai Batavia Air yang ada di sisi udara Soekarno-Hatta saat ini juga tengah dalam proses pemusnahan oleh pihak ketiga di bawah supervisi dari kurator.

“Dari 10 unit pesawat Batavia Air tersebut, sebanyak 2 unit telah dilakukan penghancuran, lalu 2 unit sedang dilakukan pengeringan bahan bakar untuk kemudian dimusnahkan, dan 6 unit masih dalam tahap proses dimana saat ini pesawat tersebut ditempatkan di hanggar bekas milik Batavia,” jelas Budi.

Kebijakan penyingkiran pesawat-pesawat yang tidak dipergunakan lagi ini merupakan salah satu upaya AP II dalam mendukung kelancaran operasional Soekarno-Hatta dan membenahi estetika sisi udara bandara. (gen)