Berdasarkan agenda yang diterima CNN Indonesia, Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Basuki Hadimuljono, dan Menteri Sosial Khofiah Indar Parawansa akan menyerahkannya siang ini sekitar pukul 10.30 WIB di Pendopo Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Penyerahan dana talangan untuk bagian akhir warga terdampak lumpur Lapindo bisa dilakukan pemerintah setelah pada Jumat (10/7) lalu PT Minarak Lapindo Jaya sepakat meneken perjanjian pemberian pinjaman dana antisipasi untuk melunasi pembelian tanah dan bangunan warga korban lumpur dalam peta area terdampak 22 Maret 2007.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan ditandatanganinya perjanjian ini, maka pemerintah secara resmi memberikan pinjaman dana antisipasi sebesar Rp 781,68 miliar kepada pihak Lapindo. Bunga pinjaman ditetapkan sebesar 4,8 persen per tahun, dengan jangka waktu pengembalian pinjaman tersebut selambat-lambatnya empat tahun sejak ditandatanganinya perjanjian.
Bambang mengatakan, alasan pemerintah bersedia menalangi dana Lapindo adalah untuk memberikan rasa keadilan bagi para korban lumpur Sidoarjo. “Ini adalah tekad dan niat baik pemerintah untuk segera menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang belum selesai di wilayah lumpur di Sidoarjo. Kita harapkan ini memberikan keadilan dan fairness bagi saudara-saudara kita, sehingga bisa memulai lembaran baru dengan melihat apa yang bisa kita kembangkan dari Sidoarjo,” ujarnya. (gen)