Terdampak Erupsi Gunung Raung, 3 Bandara Berhenti Beroperasi

Tri Wahyuni, CNN Indonesia | Rabu, 22/07/2015 13:52 WIB
Terdampak Erupsi Gunung Raung, 3 Bandara Berhenti Beroperasi Seorang warga negara asing menunggu informasi keberangkatan penerbangannya setelah adanya penutupan semua penerbangan di Terminal Internasional Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Jumat (10/7). (Antara Foto/Nyoman Budiana)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aktivitas Gunung Raung kembali meningkat dan abu vulkaniknya lagi-lagi mengganggu penerbangan. Akibat erupsi tersebut, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menutup tiga bandara sekaligus, yakni Bandara Blimbingsari di Banyuwangi, Bandara Notohadinegoro di Jember, dan Bandara Ngurah Rai di Bali.

Dalam keterangan tertulisnya, Rabu (22/7), Kemenhub menjelaskan sesuai dengan NOTAM (Notice to airmen) No. A1493/15, Bandara Ngurah Rai ditutup mulai pukul 12.00 WIB. Aktivitas Bandara Ngurah Rai diperkirkaan berhenti hingga Rabu sore pukul 18.00 WIB.

Sementara untuk Bandara Blimbingsari dan Bandara Notohadinegoro sudah lebih dahulu ditutup sejak Selasa (21/7). Bandara Blimbingsari ditutup berdasarkan NOTAM No. C0602/15, sejak kemarin pukul 21.13 WIB.


Sedangkan, penutupan Bandara Notohadinegoro di Jember dilakukan sejak Selasa (21/7) pukul 21.24 WIB., mengacu pada NOTAM No. C0604/15.

Berdasarkan estimasi sementara, penutupan kedua bandara di Jawa Timur itu akan dilakukan sampai Rabu (22/7) pukul 16.00 WIB.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan saat ini abu vulkanik Gunung Raung memang mengarah ke Jember, Banyuwangi, dan Denpasar.

"Kalau lihat sebaran abu vulkaniknya yang dirilis Vocanic Ash Advisory Center, Darwin, abu mengarah ke selatan dan timur. Ke ketiga daerah tersebut," kata Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Mulyono R. Prabowo kepada CNN Indonesia, Rabu (22/7).

Ia juga mengatakan, ketinggian abu saat ini mencapai 17 ribu kaki atau setara dengan 5-6 ribu meter. "Itu di berada fligt level pesawat," ujarnya.