Managing Director and Head of Capital Markets and Treasury Solutions untuk Indonesia di Deustche Bank Indira Citrarini menyatakan pihaknya gembira mengumumkan dan menyukseskan penawaran ini. Menurutnya hal ini adalah kesempatan unik untuk berinvestasi di kisah pertumbuhan konsumen Indonesia.
“Kami terkesan dengan track record Lippo dalam membangun perusahaan terkait konsumen yang sukses di Indonesia,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (24/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kami bersemangat bekerja dengan Deutsche Bank dan Rothschild untuk mitra yang memiliki kesamaan visi,” katanya.
Nantinya, PT Cinemaxx Global Pasifik juga bakal melantai di pasar saham Indonesia melalui skema IPO (Penawaran Umum Perdana) selanjutnya dalam tiga tahun ke depan. Perseroan menargetkan pendapatan sebesar US$ 500 juta pada 2020 dan US$ 1 miliar di tahun 2024.
Claire Suddens-Spiers, Direktur Rothschild menyatakan, Grup Lippo telah membangun pondasi yang kuat untuk membangun bisnis sinema nasional yang kuat dan pihaknya gembira mengerjakan proyek ini.
Dengan populasi terbesar Asia Tenggara, kelas menengah yang berkembang cepat dan populasi anak muda yang melek teknologi, industri sinema Indonesia dinilai tetap terbelakang. Pasalnya, penjualan box office tahunan baru mencapai US$ 300 juta, ditambah keberadaaan bioskop sekitar 1.000 layar.
“Industri sinema di Indonesia mempunyai potensi besar untuk berkembang dari tahap sangat awal saat ini,” ujar Vivek Couto, Executive Director, Media Partners Asia.
Menurutnya, dibandingkan dengan negara-negara lain di wilayahnya, Indonesia sangat kekurangan layar bioskop dan hanya memiliki 3,7 layar per sejuta orang dibandingkan dengan 39,9 layar di Singapura.
President of International Cinema and Content Advisory Firm, Artisan Gateway, Rance Pow menyatakan pasar sinema di seluruh Asia dan Asean berkembang pesat dan sebagian besar digerakkan oleh permintaan konsumen yang besar untuk hiburan modern.
“Dengan basis populasi yang besar, Indonesia memiliki banyak karakteristik fundamental yang sama seperti Cina, dan memiliki potensi untuk menjadi industri film dan bioskop yang sangat besar dalam waktu dekat,” jelasnya. (gir/gir)