Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan menilai faktor pelayanan dan sarana infrastruktur pendukung yang belum maskimal menjadi alasan banyak pemudik yang beralih tumpangan dari transportasi darat ke kendaraan pribadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sendiri beberapa kali keliling ke terminal bus, mengambil sampling, mulai dari (Terminal) Purabaya di Surabaya, (Terminal) Terboyo di Semarang, juga (Terminal) Kampung Rambutan, Pulogadung dan Kalideres di Jakarta. Itu kalau saya lihat terminal busnya ini memang sudah ketinggalan," ujarnya Jonan.
"Begini saja, kita bikin terminal bus itu paling kurang sama dengan stasiun kereta api. Sudah titik, begitu saja. Kalau begitu mestinya bisa membaik," ujarnya.
Selain upaya perbaikan pelayanan terminal, Kemenhub juga akan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait agar modal transportasi umum darat kembali dilirik oleh masyarakat.
“Saya akan duduk bersama dengan Organda (Organisasi Angkutan Darat) dan juga para pemangku kepentingan maupun Bupati dan Walikota terkait terminal, kemudian Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) dan juga mungkin Korlantas (Korps Lalu Lintas) untuk membicarakan supaya angkutan bus ini juga kembali diminati oleh masyarakat," katanya.
Selama H-7 hingga H+7 lebaran tahun ini, Kemenhub mencatat jumlah penumpang pengguna transportasi umum turun 1, 56 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yakni dari 17,7 juta penumpang menjadi 17,45 juta penumpang.
Sebaliknya, jumlah kendaraan mobil pribadi yang dijadikan angkutan mudik pada masa lebaran tahun ini naik 4,11 persen, dari 2,27 juta unit pada musim mudik 2014 menjadi 2,37 juta unit.
Demikian pula dengan jumlah penggunaan sepeda motor, yakni mencapai 3,75 juta unit atau meningkat sebesar 48,8 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. (ags)