"Antara H-7 hingga H+2 Hari Raya Idul Fitri, kami mencatat ada 3,5 juta penumpang menggunakan moda pesawat terbang dari 35 bandara yang kami pantau. Dengan melihat data ini, kami optimis angka pengguna pesawat terbang bisa melampaui target kami sebelumnya," jelas Jonan ketika ditemui di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (21/7).
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan memprediksi 4,12 juta orang akan mudik menggunakan pesawat terbang sejak H-10 hingga H+10 lebaran. Angka tersebut diyakini meningkat 2 persen dibandingkan dengan realisasi penumpang pesawat terbang sebanyak 4,04 juta orang pada musim mudik tahun lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Instansinya mencatat pertumbuhan pengguna pesawat terbang pada periode H-7 hingga H+2 Idul Fitri tahun ini naik 1,96 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, sedangkan pertumbuhan pengguna kereta api jarak menengah dan jauh hanya 1,4 persen. Padahal, pertumbuhan pengguna kereta api jarak menengah dan jauh pada H-10 hingga H+10 sendiri diharapkan bisa sebesar 8,5 persen dibanding tahun lalu.
Menanggapi ucapan Jonan, Direktur Utama Angkasa Pura II, Budi Karya Sumadi menambahkan angkanya bisa lebih besar lagi mengingat puncak arus balik pengguna pesawat terbang belum terjadi.
"Kami sendiri memprediksi bahwa puncak arus balik, khususnya bagi maskapai besar, akan terjadi pada hari Minggu (26/7) mendatang. Sedangkan untuk low cost carrier (LCC) puncaknya akan terjadi pada hari ini. Setidaknya itu di Bandara Soekarno-Hatta, karena arus balik kan banyak yang ke Soetta," ujar Budi di lokasi yang sama.
Sebagai informasi, Kementerian Perhubungan sendiri meramal jumlah pemudik yang menggunakan lima moda transportasi sebesar 20 juta orang pada tahun ini, atau lebih besar 1,9 persen dibandingkan jumlah pemudik tahun lalu yang mencapai 19,6 juta orang. Jumlah pemudik yang menggunakan transportasi udara sendiri diperkirakan akan mengambil porsi 20,6 persen dari total jumlah pemudik tersebut. (ags)