"Ini gini, targetnya kan 825 ribu sementara outlook diperkirakan itu cuma 812 ribu bph. Jadi kita sudah tahu tidak akan tercapai," kata Amien Sunaryadi, Kepala SKK Migas di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Jakarta, Rabu petang (26/8).
Amien mengungkapkan, tak tercapainya target lifting tahun ini tak lepas dari adanya sejumlah masalah yang terjadi di beberapa lapangan minyak. Faktor yang juga menjadi alasan tak tercapainya target lifting ialah molornya optimasi produksi dari lapangan Banyu Urip yang dikelola oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mundur Sebulan
"Makanya saya berharap tidak ada masalah lagi. Kalau ada masalah lagi kan repot," kata Amien.
Di kesempatan berbeda Vice President for Government Affairs ExxonMobil Erwin Maryoto mengatakan perusahaannya akan terus mengoptimalkan produksi lapangan Banyu Urip lantaran wilayah kerja tersebut menjadi tumpuan dalam mengejar target lifting yang dipatok di APBNP 2015.
"Sekarang sudah diatas 80 ribu bph lagi. Mudah-mudahan tetap mencapai target walaupun kemarin-kemarin ada masalah," kata Erwin beberapa waktu lalu. (gen)