“Semester II makin worse kondisinya karena harapan pertumbuhan ekonomi belum kunjung membaik di dalam dan luar negeri, uncertainty juga meningkat,” tutur Ketua APBI Aziz Pane saat dihubungi CNN Indonesia, Jumat (28/8).
Aziz mengungkapkan penurunan permintaan ban di dalam negeri sudah mulai terasa sejak 2013 yang tercatat 10 juta unit. Kemudian pada 2014 permintaannya turun menjadi sekitar 9 jutaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, dampak pelemahan nilai tukar rupiah dirasa tidak akan berpengaruh terhadap permintaan ban di pasar luar negeri yang disebutnya juga mengalami penurunan.
“Dampak pelemahan nilai tukar tidak begitu besar ke industri. Meskipun kami ada ekspor tapi bahan baku kami sebagian besar juga impor. Pelemahan nilai tukar hanya menguntungkan untuk industri yang komponen impornya sedikit,” ujarnya.
Aziz memperkirakan industri ban akan mulai bangkit pada kuartal terakhir 2016 seiring dengan perbaikan ekonomi dan kinerja industri otomotif. (gen)