Namun, kantor Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meminta upaya tersebut dituruti dengan baik oleh Kementerian dan Lembaga dengan tidak menerbitkan peraturan baru terlebih dahulu.
Sofjan Wanandi, Ketua Tim Ahli Wakil Presiden mengatakan bahwa dengan menghentikan sementara penerbitan peraturan baru artinya seluruh Kementerian mengikuti alur koordinasi yang telah ditentukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami minta semua Kementerian setop keluarkan peraturan baru karena kini kita fokus dalam reformasi peraturan lama. Kalau ada Kementerian yang mengeluarkan peraturan sendiri di periode deregulasi, maka hal itu jelas mengganggu koordinasi," jelas Sofjan di Jakarta, Kamis (3/9).
"Dan menteri pun jangan membuat acara sendiri-sendiri dengan membuat peraturan baru karena deregulasi itu penting demi mencegah lay off yang semakin banyak dan juga high cost economy," tambahnya.
Mantan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyebut sebanyak 154 kebijakan terkait ekonomi akan dievaluasi pemerintah dan diharapkan bisa rampung tahun ini. Kebijakan-kebijakan tersebut, tuturnya ada yang berbentuk Peraturan Presiden hingga Peraturan Menteri.
Deregulasi tahun ini hanya berfokus pada kebijakan-kebijakan ekonomi dari mulai tata ruang, investasi, dan perdagangan mengingat pertumbuhan ekonomi yang tengah melambat. Nantinya, deregulasi tahap kedua akan dilaksanakan segera setelah tahap pertama selesai dan rencananya juga akan mencakup hal lain selain ekonomi. (gen)