Jarman, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM mengungkapkan jumlah pelanggan 450 va dan 900 va pada saat ini mencapai 46 juta kepala keluarga (KK). Sementara tiu, berdasarkan hitungan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) hanya sekitar 24 juta hingga 25 juta KK miskin yang berhak menerima subsidi.
Untuk itu, Jarman mengatakan pemerintah dan PT PLN (Persero) menggalakkan kembali program konversi listrik. Sosialisasi ke masyarakat, kata Jarman, akan dilakukan secara masif guna menyukseskan program tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam Nota Keuangan dan RAPBN 2016, pagu anggaran subsidi listrik ditetapkan sebesar Rp 50 triliun, turun Rp 23,1 triliun dibandingkan dengan alokasi tahun ini Rp 73,1 triliun.
Namun, Jarman mengatakan untuk melaksanaan konversi listrik terdapat sejumlah masalah yang harus diselesaikan PLN selaku penyedia listrik. Salah satu persoalannya adalah menyangkut ketersersedian pasokan sumber listrik dan jaringan.
"Memang perlu waktu (untuk program konversi). Tapi mudah-mudah tahun ini kelar," tutur Jarman. (ags/gen)